Mengingat bukti pengaruh perilaku, keyakinan kognitif, dan kondisi afektif atas kepercayaan, maka konsep optimisme akademik muncul sebagai kondisi sekolah yang dapat menciptakan peluang bagi berkembangnya kepercayaan siswa. Optimisme akademik terdiri dari penekanan akademis, efikasi-kolektif, dan kepercayaan staf, yaitu konsep yang digabungkan untuk membentuk pandangan positif terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Efikasi-kolektif adalah dimensi kognitif optimisme akademik; kepercayaan staf pada orang tua dan guru adalah dimensi afektif; dan penekanan akademik adalah dimensi perilaku.