DEFINISI TEKNOLOGI INFORMASI : Suatu Bidang Ilmu Pengetahuan Yang Perkembangannya Semakin Pesat Dari Tahun Ke Tahun (thabratas, t. 2002:1) TEKNOLOGI INFORMASI MERUPAKAN ILMU PENGETAHUAN YANG MENCAKUP BERBAGAI HAL SEPERTI : SISTEM KOMPUTER HARDWARE DAN SOFTWARE, LAN (LOCAL AREA NETWORK), WAN (WIDE AREA NETWORKS), SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) SISTEM TELEKOMUNIKASI DAN LAIN-LAIN
Konseling merupakan salah satu upaya profesional adalah berdimensi banyak. Konseling muncul karena adanya banyak pertanyaan dan masalah yang dihadapi oleh individu dan ketika individu tersebut berusaha memecahkan masalahnya individu merasa perlu mendapatkan bantuan secara profesional. Jika dilihat dari keberadaan konseling itu sendiri merupakan salah satu usaha bantuan profesional yang dapat disejajarkan dengan misalnya psikiater, dokter, … Read More “Pengantar Konseling” »
Metode Penelitian Kualitatif Adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka menggunakan teknik analisis mendalam (in-depth analysis), yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. … Read More “Riset Kualitatif” »
Banyak masalah yang ditemui anak sehari-harinya bisa membuat mereka merasa pesimis. Hal tersebut bisa membuat anak menjadi kurang percaya dan tidak berani mengambil risiko. Karena itu, sebagai orang tua, Anda membantu anak menumbuhkan sikap optimisme. Sikap optimisme tak cuma berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Melainkan bisa membuat anak lebih siap menghadapi dinamika kehidupan dan masa depan yang penuh tantangan. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa orang yang memiliki sikap optimisme akan jauh dari rasa frustasi selalu bersemangat, tidak mudah sakit, mampu membangun hubungan yang harmonis, dan lebih panjang umur.
Mengingat bukti pengaruh perilaku, keyakinan kognitif, dan kondisi afektif atas kepercayaan, maka konsep optimisme akademik muncul sebagai kondisi sekolah yang dapat menciptakan peluang bagi berkembangnya kepercayaan siswa. Optimisme akademik terdiri dari penekanan akademis, efikasi-kolektif, dan kepercayaan staf, yaitu konsep yang digabungkan untuk membentuk pandangan positif terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Efikasi-kolektif adalah dimensi kognitif optimisme akademik; kepercayaan staf pada orang tua dan guru adalah dimensi afektif; dan penekanan akademik adalah dimensi perilaku.
Jika kita ingin tahu bagaimana masa depan suatu bangsa, maka lihatlah pendidikannya. Sebab, pendidikan adalah salah satu komponen terpenting yang menentukan nasib suatu bangsa. Banyak fakta menunjukkan bahwa negara-negara maju pasti memiliki sistem pendidikan yang baik. Contohnya Jepang, Korea Selatan, Finlandia bahkan Malaysia sudah jauh meninggalkan Indonesia. Begitu pun dengan negara-negara yang dulunya berada dalam kondisi yang tidak baik, mulai terangkat derajatnya dengan sedikit demi sedikit membenahi sistem pendidikan mereka. Hal tersebut bisa kita lihat dari negara seperti China dan India yang sudah menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia.
