Banyak masalah yang ditemui anak sehari-harinya bisa membuat mereka merasa pesimis. Hal tersebut bisa membuat anak menjadi kurang percaya dan tidak berani mengambil risiko. Karena itu, sebagai orang tua, Anda membantu anak menumbuhkan sikap optimisme. Sikap optimisme tak cuma berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Melainkan bisa membuat anak lebih siap menghadapi dinamika kehidupan dan masa depan yang penuh tantangan. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa orang yang memiliki sikap optimisme akan jauh dari rasa frustasi selalu bersemangat, tidak mudah sakit, mampu membangun hubungan yang harmonis, dan lebih panjang umur.
Category: Artikel
Artikel
Mengingat bukti pengaruh perilaku, keyakinan kognitif, dan kondisi afektif atas kepercayaan, maka konsep optimisme akademik muncul sebagai kondisi sekolah yang dapat menciptakan peluang bagi berkembangnya kepercayaan siswa. Optimisme akademik terdiri dari penekanan akademis, efikasi-kolektif, dan kepercayaan staf, yaitu konsep yang digabungkan untuk membentuk pandangan positif terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Efikasi-kolektif adalah dimensi kognitif optimisme akademik; kepercayaan staf pada orang tua dan guru adalah dimensi afektif; dan penekanan akademik adalah dimensi perilaku.
Jika kita ingin tahu bagaimana masa depan suatu bangsa, maka lihatlah pendidikannya. Sebab, pendidikan adalah salah satu komponen terpenting yang menentukan nasib suatu bangsa. Banyak fakta menunjukkan bahwa negara-negara maju pasti memiliki sistem pendidikan yang baik. Contohnya Jepang, Korea Selatan, Finlandia bahkan Malaysia sudah jauh meninggalkan Indonesia. Begitu pun dengan negara-negara yang dulunya berada dalam kondisi yang tidak baik, mulai terangkat derajatnya dengan sedikit demi sedikit membenahi sistem pendidikan mereka. Hal tersebut bisa kita lihat dari negara seperti China dan India yang sudah menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia.